Rabbani04: Belajar dan Mengajarkan Al-Hikmah

1.  As-Sunnah Muhammad SAW
"Haa Miim.  Demi Kitab (dokumentasi nyata) yang menerangkan.  Sesungguhnya Kami menjadikan Al-Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu berakal (menganalisis dan mengambil keputusan).  Dan sesungguhnya Al-Qur'an itu dalam Induk Al-Kitab (Lauh Mahfuzh) disisi Kami, adalah benar-benar Tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung Hikmah (pelajaran berharga).  Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan Adz-Dzikra (database seluruh kehidupankepadamu, karena kamu adalah kaum yang melampaui batas?.  Berapa banyaknya nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu.  Dan tiada seorang nabipun datang kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokannya.  Maka telah Kami binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya dari mereka itu (musyrikin Mekah) dan telah terdahulu (tersebut dalam Al-Qur'an) perumpamaan umat-umat masa dahulu".
QS. Az-Zukhruf(43):1-8
 
Firman Allah yang ditujukan kepada isteri-isteri Nabi Muhammad SAW.
"Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan Hikmah (Sunnah Nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui".
QS. Al-Ahzab(33):34
Jelas bahwa Hikmah yang dimaksud adalah segala sesuatu yang di ajarkan dan dicontohkan Muhammad Rasulullah di dalam rumahnya kepada isteri-isterinya.

Setiap Nabi selalu diberi hikmah:
"Hai Yahya, ambillah Al-Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan kepadanya Hikmah (kenabian) selagi ia masih kanak-kanak".
QS. Maryam(19):12

"Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi:”Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa Kitab dan Hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya?” Allah berfirman:”Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab:”Kami mengakui”, Allah berfirman:”Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”.
QS. Ali-’Imran(3):81

2.  Muhammad Rasul Allah
"Muhammad itu adalah Rasul Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih-sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhoan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud (aura keimanan dan kesucian diri mereka). Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati penanam-penamannya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar".
QS. Al-Fath(48):29

"Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa khabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mu’min bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah. Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung".
QS. Al-Ahzab(33):45-46

3.  Rasul Penyampai Wahyu
"Katakanlah (hai Muhammad):”Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian dengan wahyu dan tiadalah orang-orang yang tuli mendengar seruan, apabila mereka diberi peringatan".
QS. Al-Anbiyaa’(21):45

"Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)".
QS. An-Najm(53):3-4

"Dan tidak ada bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) wahyu (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki diantara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus, (yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allahlah kembali semua urusan".
QS. Asy-Syuura(42):51-53

"Katakanlah:”Aku bukanlah rasul yang pertama diantara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”.
QS. Al-Ahqaaf(46):9

"Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudian, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, ‘Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak  Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. (Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi menusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al-Qur’an yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya, dan malaikat-malaikatpun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya".
QS. An-Nisaa’(4):163-166

4.Rasul sebagai Penjelas Al-Qur’an
"Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an, agar kamu (Muhammad) menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan".
QS. An-Nahl(16):44

"Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) ini, melainkan agar kamu (Muhammad) dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman".
QS. An-Nahl(16):64

5.  Mengikuti Rasul berarti Mencintai Allah
"Katakanlah (hai Muhammad):”Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
QS. Ali-‘Imran(3):31

6.  Rasulullah Teladan Kita
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah".
QS. Al-Ahzab(33):21

7.  Keta’atan Kepada Rasul
"Katakanlah (hai Muhammad):”Ta’atilah Allah dan Ta’atilah Rasul, jika kamu nerpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.
QS. Ali-‘Imran(3):32

"Dan ta’atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat".
QS. Ali-‘Amran(3):132

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul, melainkan untuk dita’ati dengan seizin Allah".
QS. An-Nisaa’(4):64

"Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menta’ati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan itu), maka Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara bagi mereka".
QS. An-Nisaa’(4):80

"Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia berkuasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali".
QS. An-Nisaa’(4):115

"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, sesat yang nyata".
QS. Al-Ahzab(33):36

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebahagian kamu terhadap yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadarinya. Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertaqwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar".
 QS. Al-Hujuraat(49):1-3

"Segala apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggallah, dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras siksanya".
QS. Al-Hasyr(59):7
Lihat juga: QS. An-Nisaa’(4):13,14,59,69,170; QS. Al-Anfaal(8):20-29,46;
QS. An-Nuur(24):47-57,62

8.  Rasul Sebagai Hakim (As-Sunnah sebagai landasan hukum)
"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya".
QS. An-Nisaa’(4):65

"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat".
QS. An-Nisaa’(4):105

9.  Rasul Pembawa Syariat (As-Sunnah sebagai Pedoman Hidup)
"Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan sya’riat tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu (Muhammad) dalam urusan (sya’riat) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus".
QS. Al-Hajj(22):67

10.   Rasul Ber-ahlaq Agung
"Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar ber-ahlaq (budi pekerti) yang agung".
QS. Al-Qalam(68):4

11.  Rasul adalah Manusia
"Dan mereka berkata:”Mengapa rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?. Atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya pembendaharaan, atau (mengapa tidak) ada kebun baginya, yang dapat ia makan dari (hasil)nya?” Dan orang-orang yang zalim itu berkata “Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir.” Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan tentang kamu (Muhammad), lalu sesatlah mereka, mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu)".
QS. Al-Furqan(25):7-9

"Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?, dan adalah Tuhanmu Maha Melihat".
QS. Al-Furqan(25):20

12.   Rahmatan Lil’Alamin
"Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam".
QS. Al-Anbiyaa’(21):107

13.  Rasul Sebagai Saksi
"(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri".
QS. An-Nahl(16):89

"Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)".
QS. An-Nisaa’(4):41

"Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Kami berkata:”Tunjukkanlah bukti kebenaranmu”, maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan".
QS. Al-Qashash(28):75

14.  Shalawat Kepada Nabi
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya".
QS. Al-Ahzab(33):56

15.  Nabi Penutup
"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu".
QS. Al- Ahzab(33):40

16.  Jangan Menyesal
"Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan:”Ya Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau dan jadilah kami termasuk orang-orang yang mu’min”.
QS. Al-Qashash(28):47

Pada tahap ini kita telah siap untuk menjadikan segala sesuatu yang disampaikan Muhammad Rasulullah (Al-Qur’an dan As-Sunnah ) sebagai pedoman hidup Manusia Rabbani.

"Ingat! Aku (Muhammad) telah diberi Kitab (Al-Qur’an) disertai sesuatu (As-Sunnah) yang sepertinya".
HR. Abu Daud yang bersumber dari Ma’dikariba

"Barangsiapa yang memberi contoh tuntunan perbuatan yang baik, ia akan mendapatkan pahala perbuatan tersebut serta pahala mereka yang mengikutinya sampai hari qiyamah. Dan barangsiapa yang memberikan contoh perbuatan yang buruk, ia akan mendapatkan siksaan perbuatan tersebut dan siksaan mereka yang menirunya sampai hari akhir".
HR. Muslim

"Aku tinggalkan bagi kalian dua hal yang karenanya kalian tidak akan tersesat sama sekali, selama kalian berpegang pada keduanya, yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnahku".
HR. Alhakim dan Ibnu Abdil Bar, dari Abdullah bin Umar bin ‘Auf, dari ayahnya, yang bersumber dari kakeknya
Diriwayatkan pula oleh Albaihaqi yang bersumber dari Abi Hurairah

"Apapun yang ditetapkan dalam Kitabullah (Al-Qur’an) tiada alasan bagi siapapun untuk tidak mengamalkannya. Dan sekiranya tidak terdapat (perinciannya) dalam Al-Qur’an, maka Sunnah Nabilah yang menjabarkannya".
HR. Muslim yang bersumber dari Ibnu Abbas

"Setiap ummatku masuk surga kecuali yang memang tidak menghendakinya. Para Shahabat bertanya:”Ya Rasulullah, siapa gerangan yang tidak menghendaki masuk surga itu?” Rasulullah bersabda:”Barangsiapa yang ta’at kepadaku, ia akan masuk surga, dan barangsiapa yang ma’siat kepadaku, (berarti) ia tidak menghendakinya".
HR. Albukhari dan Alhakim, yang bersumber dari Abi Hurairah.

"Setan telah benar-benar putus harapannya akan diibadati di tanah kalian. Akan tetapi ia rela untuk dita’ati dalam hal-hal selain dari itu, yaitu dalam perbuatan yang kalian anggap hina. Oleh karena itu hati-hatilah kalian. Sesungguhnya aku meninggalkan pusaka bagi kalian, yang bila kalian berpegang teguh kepadanya, kalian tak akan sesat selama-lamanya. (Kedua hal itu) ialah Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi".
HR. Abu Abdillah Alhakim yang bersumber dari Ibnu Abbas.
Hadits ini diucapkan Rasulullah dalam Khutbah Wada’

17. Nilai-nilai Hikmah
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan (qhodho, menyelesaikan perintahnya) supaya kamu jangan beribadah kepada selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya (ihsan).  Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan: “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”.
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “wahai Tuhanku, kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik dan mengasihi aku waktu kecil”.
“Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam dirimu, jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat”.
“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga (orang-orang) yang dekat akan hak-nya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros”.
“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”.
“Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas (santun)”.
“Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal”.
“Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rizki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya, sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hambanya”.
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan,  Kamilah yang akan memberi rizki kepada mereka dan juga kepadamu.  Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar”.
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji (fahisyah), dan suatu jalan yang buruk”.
“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar.  Dan barangsiapa di bunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh (qishash)  Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan”.
“Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat (ahsan) sampai ia dewasa dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban”.
“Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar dan timbanglah dengan neraca yang benar.  Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”.
“Dan janganlah kamu mengikuti (merunut) apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.  Sesungguhnya sistem pendengaran (sam’a), sistem penglihatan (bashoro) dan sistem transformasi (fuad), semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban”.
“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan angkuh (maraha), karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung”.
“Semua itu yang berkondisi jelek disisi Tuhanmu adalah dibenci (makruha, tercampur antara baik dan buruk))”.
“Itulah sebagian dari wahyu (Auha) Tuhan kepadamu, (yang merupakan) bagian dari Hikmah.  Dan janganlah kamu mengadakan Tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah)”.
“Maka apakah patut Tuhan memilihkan bagimu anak-anak laki-laki sedang Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan di antara para malaikat?  Sesungguhnya kamu benar-benar mengucapkan kata-kata yang besar (dosanya)”.
“Dan sesungguhnya dalam Al-Qur’an ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat.  Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran)”.
QS. Al-Israa’(17):23-41

"Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan.  Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mu'jizat), mereka berpaling dan berkata: "(ini adalah) sihir yang terus menerus".  Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti keinginan(Hawa) mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya.  Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa berita yang didalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran).  Itulah suatu Hikmah yang sempurna, maka peringatan-peringatan itu tiada berguna bagi mereka.  Maka berpalinglah kamu dari mereka.  (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan).  Sambil menundukkan pandangan-pandangan (khosya'a abshoruhum) mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan.  Mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu.  Orang-orang kafir berkata: "Ini adalah hari yang berat"".
QS. Al-Qamar(54):1-6

"Dan sesungguhnya telah Kami berikan Hikmah kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah.  Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".
"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezoliman yang besar".
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua ibu-bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.  Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu".
"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku-lah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".
"(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat atom, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya).  Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui".
"Hai anakku, dirikanlah sholat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu.  Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)".
"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.  Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri".
"Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu.  Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai".
QS. Luqman(31):12-19

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar